Remahan.com

Pijar Melayu Optimis Kapolda Baru Tuntaskan Karhutla di Riau

REMAHAN.com - Kapolri Tito Karnavian memimpin serah terima jabatan (Sertijab) tiga Kapolda yang baru. Salah satu Kapolda Riau dari Irjen Widodo Eko Prihastopo kepada Irjen Agung Setya Imam Effendi.

Sertijab di Mabes Polri, Senin, 30 September 2019 sesuai dengan surat telegram Kapolri nomor: ST/2569/IX/KEP/2019 pada jum'at lalu, dimana Kapolda Riau sebelumnya Irjen Widodo Eko Prihastopo dimutasi sebagai Pati Baintelkam di BIN. Posisinya digantikan oleh Irjen Agung Setya Imam Effendi yang sebelumnya merupakan Deputi Bidang Intelijen Siber BIN.

Direktur Eksekutif Pijar melayu Rocky Ramadani, SP mengapresiasi proses mutasi dan promosi yang dilakukan Mabes Polri, termasuk penggantian Kapolda Riau.

Pijar Melayu mengucapkan selamat bertugas kepada Kapolda Riau yang baru dan berharap kinerjanya lebih baik dari yang terdahulu, terutama pada persoalan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih hangat ini.

Baca: Pemuda Kelurahan Peranap Bagi-bagi Paket Sembako, Roni: Rencananya Rutin Tiap Pekan

"Kepada Kapolda Riau yang baru harus berani melakukan proses hukum korporasi yang terindikasi sebagai pelaku pembakar lahan. Proses sesuai hukum yang berlaku. Kami berharap jangan pernah ada negosiasi dengan koorporasi pembakar lahan," kata Rocky, Senin (30/9) dalam rilisnya.

Rocky mengatakan, asap akibat kebakaran hutan dan lahan memang sudah berkurang akibat hujan yang cukup merata di seluruh wilayah Riau. Namun kasus hukum korporasi yang diduga pembakar lahan jangan sampai juga hilang.

"Ini harus kita kawal secara bersama sama. Karena masyarakat Riau menderita akibat kebakaran hutan dan lahan ini," pintanya.

Pijar Melayu sebagai kelompok kajian strategis, meyakini Karhutla yang terjadi di Riau berhubungan erat dengan keberadaan lahan ilegal dan lemahnya penegakan hukum.

Baca: Khawatir Penyebaran Covid-19 Meluas, DPP IKA UIR Turunkan Relawan

"Selama 22 tahun belakang ini bencana kabut asap terus mendera masyarakat Riau. Selama lahan ilegal dan penegakan hukum tidak serius ditangani, maka yang akan terjadi hanya pengulangan bencana asap yang terus menghantui masyarakat Riau," ujar Mahasiswa Pascasarjana UIR Jurusan Manajemen Agribisnis ini.

"Intinya, kita ingin proses penanganan persoalan hukum di Bumi Melayu ini lebih baik daripada sebelumnya. Bukan saja persoalan Karhutla, tapi kasus-kasus besar lainnya. Hukum harus tajam keatas, jangan malah tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Sekali lagi selamat bertugas untuk Kapolda Riau yang baru" pungkas Rocky. Rls/Rm

112 0

Artikel Terkait

Kompensasi Belum Dibayarkan, Warga Duri Blokade Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai
Kompensasi Belum Dibayarkan, Warga Duri Blokade Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai

Remizen

Kompensasi Belum Dibayarkan, Warga Duri Blokade Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai

Pernyataan Sikap BEM Unri Terkait Penanganan Covid-19 di Riau
Pernyataan Sikap BEM Unri Terkait Penanganan Covid-19 di Riau

Remizen

Pernyataan Sikap BEM Unri Terkait Penanganan Covid-19 di Riau

Keterlambatan dan Ketidaktegasan Pemegang Kendali Kekuasaan
Keterlambatan dan Ketidaktegasan Pemegang Kendali Kekuasaan

Remizen

Keterlambatan dan Ketidaktegasan Pemegang Kendali Kekuasaan

Artikel Lainnya

Merisaukan Omnibus Law
Merisaukan Omnibus Law

Remizen

Merisaukan Omnibus Law

Himpunan Mahasiswa Kecamatan Bandar Laksamana 2019-2020 Dilantik
Himpunan Mahasiswa Kecamatan Bandar Laksamana 2019-2020 Dilantik

Remizen

Himpunan Mahasiswa Kecamatan Bandar Laksamana 2019-2020 Dilantik

Dikunjungi Anggota DPR RI, Bawaslu Riau Paparkan Persiapan Pilkada 2020
Dikunjungi Anggota DPR RI, Bawaslu Riau Paparkan Persiapan Pilkada 2020

Remizen

Dikunjungi Anggota DPR RI, Bawaslu Riau Paparkan Persiapan Pilkada 2020

Komentar