Remahan.com

Kakanwil Kemenkumham Riau: Lindungi Potensi Perekonomian Meranti dengan Indikasi Geografis

REMAHAN.com - Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai salah satu daerah penghasil sagu terbaik dan terbesar se Indonesia, yakni mencapai 200 ribu Ton per tahun.

Dan diketahui sebagian besar penduduk Meranti merupakan petani sagu. Hingga saat ini tercatat 87 kilang sagu di kabupetan tersebut.

Karena besarnya potensi dari Sagu Meranti dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, maka Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Riau mengadakan Sosialisasi Legalisasi Dokumen Melalui ALEGTRON (Aplikasi Legalisasi Secara Elektronik) dan Sosialisasi Indikasi Geografis pada (26/11/2019) bertempat di Ballroom Grand Meranti Hotel.

Sosialisasi ini dibuka oleh Kakanwil M.Diah, dan Bupati Kepulauan Meranti H. Irwan, yang didampingi oleh Kadiv Pelayanan Hukum dan Ham Siti Cholistyaningsih, Kepala Divisi Keimigrasian Mujiyono dihadiri oleh OPD terkait di Kabupaten Kepulauan Meranti serta Pengusaha dan Petani sagu.

Baca: Pemuda Kelurahan Peranap Bagi-bagi Paket Sembako, Roni: Rencananya Rutin Tiap Pekan

Adapun narasumber dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Riau.

Indikasi Geografis (IG) merupakan suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang atau produk yang karena faktor lingkungan geografis dan memberikan reputasi, kualitas dan karakteristik tertentu pada barang/ produk yang dihasilkan.

Dalam sambutannya Kakanwil mengatakan, dengan adanya IG maka akan memperjelas identifikasi produk dan adanya standar produksi, menghindari praktek persaingan curang, memberikan perlindungan konsumen dan produsen dari penyalahgunaan reputasi indikasi geografis.

“Sebelumnya Kopi Liberika Meranti sudah mendapatkan Indikasi Geografis, selanjutnya yang menjadi prioritas adalah Sagu Meranti. Dengan adanya IG, maka akan ada standar produksi dan proses. Sehingga kekayaan intelektual petani sagu Kabupaten Meranti akan terlindungi dari praktik curang dan tentunya akan meningkatkan perekenomian para petani sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti," ujar Kakanwil.

Baca: Khawatir Penyebaran Covid-19 Meluas, DPP IKA UIR Turunkan Relawan

Bupati Kepulauan Meranti sangat mendukung terwujudnya Sagu meranti mendapatkan Indikasi Geografis.

"Selama ini kami menemukan sagu yang berasal dari daerah lain, tapi di jual menggunakan nama sagu Meranti. Ini sangat merugikan petani kita, apalagi kualitasnya dibawah dari sagu kita", ujar Bupati.

Sementara itu Kadiv Yankumham menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi IG ini merupakan salah satu agenda utama Kanwil Kemenkumham Riau untuk mengenalkan Indikasi Geografis kepada masyarakat Riau, khususnya masyarakat Kabupaten Meranti sebagai daerah penghasil sagu dengan kualitas terbaik di Indonesia.

Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Kanwil Kemenkumham Riau dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengenai pembentukan Unit Kerja Keimigrasian (UKK) di Tanjung Samak. UKK ini diperkirakan akan beroperasi awal tahun 2020.

Baca: Kompensasi Belum Dibayarkan, Warga Duri Blokade Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai

Dengan adanya UKK di Tanjung Samak, diharapkan akan mempermudah masyarakat Pulau Rangsang dalam mengurus dokumen Imigrasi dan mengoptimalkan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) dalam mengawasi perlintasan sehingga Kabupaten Meranti akan tetap kondusif.

Bupati juga menyerahkan sertifikat tanah seluas 4,2 Hektar di Desa Gogok untuk pembangunan Cabang Rutan Selatpanjang yang akan menjadi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Selatpanjang

Seusai membuka sosialisasi, Kakanwil, Bupati dan rombongan kemudian melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi pelabuhan penyeberangan di Desa Insit yang rencananya akan difungsikan khusus untuk penyeberangan dari dan ke luar Negeri. Sehingga diperlukan Tempat Pemeriksaan Imigrasi. Rls/Rm

169 0

Artikel Terkait

Pernyataan Sikap BEM Unri Terkait Penanganan Covid-19 di Riau
Pernyataan Sikap BEM Unri Terkait Penanganan Covid-19 di Riau

Remizen

Pernyataan Sikap BEM Unri Terkait Penanganan Covid-19 di Riau

Keterlambatan dan Ketidaktegasan Pemegang Kendali Kekuasaan
Keterlambatan dan Ketidaktegasan Pemegang Kendali Kekuasaan

Remizen

Keterlambatan dan Ketidaktegasan Pemegang Kendali Kekuasaan

Merisaukan Omnibus Law
Merisaukan Omnibus Law

Remizen

Merisaukan Omnibus Law

Artikel Lainnya

Himpunan Mahasiswa Kecamatan Bandar Laksamana 2019-2020 Dilantik
Himpunan Mahasiswa Kecamatan Bandar Laksamana 2019-2020 Dilantik

Remizen

Himpunan Mahasiswa Kecamatan Bandar Laksamana 2019-2020 Dilantik

Dikunjungi Anggota DPR RI, Bawaslu Riau Paparkan Persiapan Pilkada 2020
Dikunjungi Anggota DPR RI, Bawaslu Riau Paparkan Persiapan Pilkada 2020

Remizen

Dikunjungi Anggota DPR RI, Bawaslu Riau Paparkan Persiapan Pilkada 2020

Pelatihan Pemanfaatan Plastik Bekas Menjadi Barang Guna oleh Mahasiswa Kukerta Unri 2019
Pelatihan Pemanfaatan Plastik Bekas Menjadi Barang Guna oleh Mahasiswa Kukerta Unri 2019

Remizen

Pelatihan Pemanfaatan Plastik Bekas Menjadi Barang Guna oleh Mahasiswa Kukerta Unri 2019

Komentar